![]() |
| Bachtiar Adnan Kusuma menyerahkan buku kepada Ketua Alumni Mangkoso 1988-1995 Dr.H.Andi Akmal Abubakar dan Prof. Dr.Ir. H. Zaenal Abidin Sahabu, M.Si. di Sigeri, Sabtu Tgl 28 Maret 2026 |
MEDIAHALUOLEO.WEB.ID, Pangkep - Silaturahmi dan Halal Bi Halal Alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso angkatan 1988-1995 berlangsung di Krama Living Space, Sigeri Kabupaten Pangkep, Sabtu Tgl 28 Maret 2026. Acara yang dikemas dalam bentuk non formal dan life story menghadirkan alumni dari berbagai lintas profesi dari berbagai daerah. Di antaranya dari Sulawesi Barat, Tulungagung, Makassar, Barru, Maros dan tuan rumah kabupaten Pangkep.
Ketua Pelaksana H. Samuin Husain, S.Ag.M.A. yang juga Kepala Kantor Urusan Haji Kab. Pangkep, menegaskan kalau pihaknya sengaja menempatkan acara silaturahmi yang dirangkaikan arisan AMAN di Hotel Krama yang didirikan Prof. Dr.Ir.H. Zaenal Abidin Sahabu, M.Si. yang tampak juga hadir.
Ketua AMAN 1988-1995 Dr.H.Andi Akmal Abubakar, S.Ag.M.H. menyampaikan hikmah Halal Bi Halal dengan menegaskan di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Dosen UIN Alauddin yang juga alumni Ponpes DDI Mangkoso ini, tegas kalau surah Al-Insyirah sebaiknya dibaca berulang-ulang setiap hari bagi umat Islam.
“Sebagai umat Nabi Muhammad saw kita wajib mengamalkan Surah Al-Insyirah di mana saja berada untuk kemudahan urusan kita” kata Andi Akmal.
Ariyani dan Rusdianah, mempersilahkan Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma bersama istri Ani Kaimuddin Mahmud, menyampaikan Life Story.
Menurut Bachtiar Adnan Kusuma, Alumni Mangkoso 1988-1995 yang dipimpin Dr.H.Andi Akmal Abubakar adalah contoh paguyuban yang berhasil menjaga stamina silaturahmi setiap tahun dengan menggelar pertemuan sesama alumni. Mengapa AMAN 1988-1995 tetap solid pasca meninggalkan almamaternya Pondok Pesantren DDI Mangkoso, karena AMAN mampu menjaga dan merawat proksimitas yaitu adanya kedekatan emosional dan kedekatan fisik sesama alumni.
“ Alumni Mangkoso 1988-1995 telah menjadi rumah penyaring bagi semua anggota-angotanya” kata Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini.
Bachtiar Adnan Kusuma, juga bercerita tentang kisah inspiratif pertmakali mengenal Ponpes DDI Mangkoso pada 1989 tatkala ditugaskan K.H.Rusjdi Hamka (Putra Prof.Dr.Buya Hamka) meliput tentang Mangkoso dari majalah Panji Masyarakat. Disinilah Bachtiar Adnan Kusuma mengenal lebih dekat tentang Pondok Pesantren Mangkoso yang pada 1995 Bachtiar Adnan Kusuma tercatat sebagai koordinator Kecamatan KKN Unhas Angkatan 48 di Tanete Rilau Barru pada 1995 diundang Gurutta K.H. Faried Wadjedy untuk memberikan pembekalan jurnalistik santriwati angkatan 1995.
“ Menariknya, karena melalui pelatihan jurnalistik santri angkatan 1995 saya dipertemukan santri dari Kab. Buol Sulawesi Tengah dan kemudian menjadi pendamping istri saya” kenangnya. Bachtiar Adnan Kusuma.kembali mendorong Alumni Mangkoso 1988-1995 agar memprakrasai berdirinya Room to Read atau ruang baca berbasis masyarakat di kampus DDI Tonrongnge, Buluklampang dan Mangkoso.
Karena itu, Bachtiar Adnan Kusuma mengajak warga AMAN 1988-1995 bersinergi dan berkolabprasi mewujudkan hadirnya perpustakaan berbasis masyarakat di DDI Mangkoso.
Sementara itu, Bachtiar Adnan Kusuma menyerahkan buku karya Dr. H.Masrur Makmur Latanro, M.Pd.i. berjudul “ Balancing of Life dan Fiqhi Politik Muslim Bali” kepada Prof. Dr.Ir. H. Zaenal Abidin Sahabu, M.Si., buku karya Dr. H.Ashar Tamanggong, M.A. “ Langit Tak Pernah Offline” kepada Dr.H.Andi Akmal Abubakar, S.Ag.M.H. dan buku “ Ronce Mutiara Kenangan Masa Prof.Dr.K.H. Faried Wadjedy, M.A.” kepada Andi Aco.

